Menu
Selamat Datang di Media Online Kami Perhimpunan Pengacara dan Paralegal Pendamping Hukum Desa

Korupsi Santunan Janda, Kades di Lamsel Dituntut 5 Tahun Penjara Febi Herumanika Oct 02, 2020 | 16:30

Oct
04
2020
by : p4hdnews. Posted in : Berita Lampung selatan, Bursa Publik, Ekonomi, Hukum

P4HDNews – BANDAR LAMPUNG Agung Widodo (46), mantan kepala desa Lebung Sari, Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, dituntut hukuman penjara selama 5 tahun lantaran melakukan tindak pidana korupsi anggaran dana desa (ADD), termasuk santunan untuk janda. Hal ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat, 2 Oktober 2020.

Dalam sidang yang diketuai hakim, Siti Insirah dengan jaksa penuntut umum Syukri, terdakwa terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Agung Widodo dengan pidana penjara selama lima tahun dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan, dengan perintah tetap berada dalam tahanan,” kata jaksa.

Jaksa juga meminta kepada Hakim agar menjatuhkan pidana denda Rp50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Selain itu lanjut jaksa, terdakwa diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp242 juta, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa Penuntut Umum dan dapat dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Jika harta benda tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan,” kata jaksa.

Dalam keterangan jaksa, terdakwa Agung Widodo selaku Kepala Desa Lebung Sari melakukan penyimpangan Alokasi Desa Desa (ADD). Penyelewengan ini dilakukan dalam kegiatan operasional Badan Permusyawaratan Desa (BPD), operasional Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD).

Penyelewengan juga dilakukan pada pembiayaan jaminan kesehatan aparatur desa,  pengembangan web-site desa, rehab balai desa dan tambah lokal, pembangunan gorong-gorong, pembangunan tembok penahan tanah, pembangunan sumur bor.

“Terdakwa juga menyelewengkan dana untuk operasional pembangunan gudang penyimpan tenda, kegiatan santunan janda jompo, kegiatan karang taruna, kegiatan senam PKK, kegiatan peningkatan sanggar seni dan budaya Dan kegiatan perpustakaan desa serta kegiatan pengembangan BUMDes Desa Lebung Sari tahun anggaran 2017,” kata JPU.

Akibat korupsi yang dilakukan oleh terdakwa, kerugian keuangan negara lebih dari Rp200 juta. (tim)

Komentar Facebook

artikel lainnya Korupsi Santunan Janda, Kades di Lamsel Dituntut 5 Tahun Penjara Febi Herumanika Oct 02, 2020 | 16:30

P4HDNews.com Bandar Lampung-Perkembangan hukum yang ada di Indonesia tidak terlepas dari andil advokat-advokat hukum yang handal…

P4HDNews.com – BANDARLAMPUNG – Kuasa Hukum Kantor Law Firm SAC & Partners Advocates and Legal Consultans,…

P4HDNews – Sulawesi Selatan – Seorang ibu rumah tangga (IRT), inisial HY (59) di Kabupaten Bone,…

Thursday 20 August 2020 | Berita Nasional, Berita Prestasi, Bursa Publik

P4HDNews – PALEMBANG – Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S, MM di…

Jl.Perintis Kemerdekaan No.87 Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung
081274304471
081274304471
p4hdnews@gmail.com